PORTAL RT PERTAMA DI BATAM

Musrenbang Kelurahan Belian, Warga RT 04 Perumahan Cendana Minta Dibelikan Mesin Rumput

Posted on: Februari 25, 2008

BATAM- Jika tidak ada aral melintang, sesuai jadwal yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemko) Batam, Senin siang (25/2) semua ketua RW dan Ketua RT, serta tokoh masyarakat yang ada di wilayah administrasi Kelurahan Belian akan berkumpul di kantor lurah Belian yang beralamat di Perumahan Cendana, untuk mengikuti pelaksanaan penyusunan rencana pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Tahun Anggaran 2009.

Sesuai undangan yang dilayangkan Lurah Belian, Drs Azlan Mastar, acara tersebut berlangsung pada pukul 14.00 Wib.

Sementara itu, pada pelaksanaan Musrenbang Kelurahan Belian ini, atas usulan warga, Pengurus RT 04 Perumahan Cendana Batam, telah menyiapkan bundelan proposal yang berisikan permohonan permintaan 1 unit mesin pemotongan rumput, dan pembiayaan pelaksanaan pembangunan kawasan fasum RT.

Harapan warga, anggaran tersebut dapat disetujui pemerintah, dan tidak dipangkas atau dianulir Pemerintah Kota Batam, pada saat penyelenggaraan Musrenbang Kecamatan atau Musrenbang tingkat Kota.

“Program atau kegiatan yang disampaikan tersebut sudah memperhatikan aspirasi yang disampaikan masyarakat yang tinggal di dalam kawasan RT 04 Perumahan Cendana.

Jika ditotal, kedua usulan itu nilainya hanya Rp 8 juta. Mudah-mudahan, kedua usulan itu dikabulkan, sebab alat potong rumput yang kami butuhkan itu merupakan alat bagi kami untuk mendukung program Batam Clean dan Green City yang dicanangkan pak Wali,” sebut Ketua RT 04 Cendana, Sugeng Riyanto.

Selama ini lanjut Sugeng, warga RT 04 rutin melaksanakan Goro dalam jangka waktu 1 kali 2 bulan. Objek yang biasa dibersihkan adalah saluran drainase rumah tangga, membersihkan gulma atau objek-objek penting lainnya.

” Selama ini, setiap goro kami hanya mengandalkan alat tebas seperti cangkul atau parang,” terangnya

Sedangkan mengenai dimasukkan usulan pembiayaan untuk membangun fasum RT untuk lapangan olahraga, Sugeng mengatakan pengajuan itu dilakukan karena ia terlalu kasihan memberatkan warga dengan mengutip uang iuran.

” Kalau seandainya tidak dikabulkan, kami tentu tidak akan begitu ngotot. Yang perlu dipertimbangkan, apa yang dilakukan pengurus RT adalah pekerjaan sosial yang menjadi tanggungjawab pemerintah.

Jika hal seperti ini saja tidak diperhatikan, bagaimana mungkin kami bisa peduli dengan berbagai ajakan yang disampaikan pemerintah daerah. Satu hal lagi, sinergi antara program RT atau RW dengan satuan kerja perangkat daerah sangat dibutuhkan. Tujuannya supaya partisipasi dan atensi warga kepada penguasa, bisa ketemu ibarat mur dengan baut,” demikian Sugeng. (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: