PORTAL RT PERTAMA DI BATAM

Hati-Hati, TP3 Gelar Razia, 34 Orang Dibawa Ke Dinsos

Posted on: Februari 20, 2008

BATAM – Dianggap melanggar Perda Tibsos, Tim Penindak Pelanggar Perda (TP3) Kota Batam di bawah koordinasi Satpol PP Kota Batam menangkap Sebanyak 31 WTS, 1 Waria dan 2 Pria tak ber KTP Batam pada razia penyakit masyarakat (pekat) yang dilaksanakan Selasa (19/2) malam. Tim ini bergerak dari Mako Pol PP DI Batam Centre pukul 21.00 Wib menuju titik sasaran dan berakhir pada pukul 23.00 Wib.

 TP3 yang turun melaksanakan amanat Perda Nomor 6 Tahun 2002 tentang Ketertiban Sosial berjumlah 110 orang personil terdiri dari Satpol PP, Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam dibantu unsur Kepolisian dan TNI serta Bagian Humas Pemko Batam dibagi dalam beberapa regu menyisir sasaran di Bukit Senyum, seputaran Morning Bakery Jodoh, Pantai Stress dan Patung Kuda Sungai Panas. 

Regu I menuju Bukit Senyum, ditempat ini berhasil dijaring sebanyak 11 WTS sedangkan regu II menyisir seputaran Morning Bakery Jodoh, samping BCA dan Jodoh square serta Tanjung Pantun dan berhasil menjaring 22 WTS, kemudian razia dilanjutkan menuju Pantai Stress namun tidak menemukan WTS, dalam perjalanan kembali ke Mako Pol PP di lokasi Patung Kuda Sungai Panas di jaring 1 orang waria yang sedang menunggu pria hidung belang.

Razia pekat ini menepis anggapan bahwa Pemerintah Kota Batam tidak serius dan enggan melaksanakan penertiban maupun penindakan terhadap pelanggar Perda Nomor 6 tahun 2002 yang telah cukup lama disahkan oleh DPRD Batam. 

WTS yang terjaring dalam razia ini kemudian dibawa ke Mako Satpol PP Kota Batam yang berada di Batam Centre untuk didata dan selanjutnya dikirim ke Karantina Dinas Sosial & Pemakaman Kota Batam di Sekupang untuk di identifikasi dan diberikan pembinaan serta diwajibkan membuat pernyataan untuk tidak kembali menjadi pelacur. 

Menurut Ti Urma SKp dan Martuala Tambunan dari Dinas Sosial dan Pemakaman Kota Batam, razia semacam ini akan gencar digalakkan dan disertai dengan pembinaan, penyuluhan agar WTS tersebut sadar bahwa mereka sangat rentan terhadap penyakit menular seksual seperti raja singa, sipilis dan AIDS yang mematikan dengan harapan mereka beralih mencari pekerjaan dan profesi lain yang lebih baik. 

Cahaya (bukan nama sebenarnya) salah seorang WTS yang terjaring pada razia tersebut mengharapkan adanya pelatihan ketrampilan seperti menjahit, tata rias, memasak dan sebagainya untuk bekal mencari nafkah yang halal dan kembali ke masyarakat dengan meninggalkan profesi WTS yang sudah cukup lama digelutinya. (*) 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: