PORTAL RT PERTAMA DI BATAM

Surat Pindah Pendatang Tak Berlaku

Posted on: Januari 7, 2008

rapat-rt.jpgBATAM – Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Keluarga Berencana Kota Batam semakin memperketat syarat perpindahan seorang warga dari daerah lain ke Batam. Warga pendatang yang ingin menetap di Batam tidak lagi sekedar berbekal surat pindah dari kelurahan dan camat setempat.


Surat pindah yang dikeluarkan camat dan lurah dinyatakan tidak berlaku lagi. Sehingga yang berlaku hanya surat pindah yang dikeluarkan kantor dinas kependudukan daerah asal.

”Saya tegaskan lagi, surat pindah yang dikeluarkan lurah dan camat tidak berlaku lagi. Kalau mau diproses, bawa surat pindah dari dinas kependudukan asal,” ujar Ruslan, Kabid Pengendalian dan Administrasi Kependudukan Disduk Batam di Kantor Disduk, Sekupang, akhir pekan lalu.

Seperti hari Jumat  (4/1) lalu, beberapa pendatang yang mengurus kepindahan dari daerah asalnya ke Batam terpaksa ditolak karena tidak membawa surat pindah dari Disduk. Mereka hanya membawa surat pindah dari camat, sehingga petugas yang melayani proses pengurusan kepindahan menyarankan pendatang tersebut mengurusnya.

”Jauh tidak kampungnya dari kota kabupaten. Kalau tidak, lengkapi dulu surat pindah dari Disduk setempat,” jelas wanita yang melayani pengurusan surat pindah di Disduk Kota Batam.

Kebijakan ini sebenarnya sudah diberlakukan sejak akhir tahun 2007. Tertanggal 10 Oktober, surat pindah yang bisa diproses hanya surat pindah dari dinas kependudukan. Namun setelah berjalan sampai dua setengah bulan, masih banyak pendatang yang belum tahu sehingga hanya menunjukkan surat pindah dari lurah dan camat.

Ruslan mengungkapkan kebijakan ini masih banyak menemui kendala. Termasuk, ketidaksiapan disduk di daerah asal yang belum mau mengeluarkan surat pindah. Padahal, ketentuan yang mengatur tentang kewenangan mengeluarkan surat pindah sudah jelas tertera dalam UU nomor 23 tahun 2006 dan dijabarkan dalam PP nomor 37 tahun 2007 tentang administrasi kependudukan.

Akibatnya, lanjut Ruslan, tidak jarang pihaknya terpaksa menunda dulu surat rekomendasi yang akan jadi bekal bagi pendatang ketika mengurus KTP di kantor camat.

“Tapi kita kadang kasihan, apalagi namanya sudah tercoret dari data kependudukan disana, sementara disini tidak diterima,” katanya.

Oleh karena itu, ditegaskan Ruslan, bagi warga Batam yang kerabatnya akan menetap di Batam, agar menyarankan membawa surat pindah dari disduk. Bukan dari lurah dan camat. “Kalau sudah dibuat perdanya (revisi perda nomor 6 tahun 2001, red), maka tak ada toleransi lagi,” tegasnya. (sumber harian batampos)
 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: