PORTAL RT PERTAMA DI BATAM

TPS Dibangun Bukan Untuk Kepentingan Pribadi

Posted on: Januari 7, 2008

sampah1.jpgDi RT 04 Cendana saat ini sudah berdiri satu unit Tempat Pembuangan Sampah (TPS) bantuan KLH yang dibangun oleh Pemko Batam untuk warga RT 04 Cendana. TPS yang hampir rampung ini, didirikan sebagai alat untuk warga membuang sampah secara tertib dan teratur.

Lebih jauh, tujuan TPS ini dibangun adalah  merubah prilaku warga untuk tidak membuang sampah secara sembarangan di depan rumahnya masing-masing. Dengan pengaturan seperti ini diharapkan misi pengurus menjadikan RT 04 sebagai kawasan pemukiman yang layak huni, tertib dan punya value, benar-benar terwujud atas dukungan dan partisipasi warganya yang baik.

Secara tekhnis, TPS yang berada di wilayah lorong Damar, dibangun dengan ukuran 3 x 4. Memiliki 2 kamar, 1 atap dan 4 pintu.  Masing-masing kamar dibedakan oleh dua warna. Hijau dan Kuning. Kamar warna hijau untuk menempatkan sampah basah sementara yang berwarna kuning menempatkan sampah kering.

Pemilahan sampah sesuai warna tersebut bertujuan untuk memudahkan warga mengenal dan memilah sampah sebelum dibuang ke TPS. Warna kuning biasanya untuk sampah kering yang memiliki nilai ekonomis, sementara warna hijau tempat membuang sampah dapur .

Selama ini, rusaknya fungsi sebuah TPS disebabkan oleh prilaku manusia selaku sumber produksi sampah. Seringkali sampah yang mereka hasilkan, tidak diatur tata cara pembuangannya, sehingga keberadaan TPS seringkali keluar dari tujuannya dibangun.

Misalnya. Sampah dapur bercampur aduk dalam kantong plastik yang didalamnya juga terdapat pampers balita. Atau pecahan kaca, botol, kaleng dan sisa kardus. Alhasil dari prilaku yang tidak patut ditiru tersebut, merugikan banyak pihak. Sampah acak-acakan didalam TPS, akhirnya menimbulkan bau.

Untuk mengantisipasi kondisi seperti inilah, langka paling tepat dilakukan adalah berupaya menyadarkan warga dengan berbagai pendekatan. Supaya sampah tidak bercampur aduk, TPS dirancang menjadi TPS dua kamar.

Sementara untuk menghindari pemulung “mengacak-acak” kantong plastik yang ditempatkan didalam TPS basah, sebaiknya TPS dikunci. Guna memudahkan warga membuang sampah ke TPS, bisa saja jadwal warga membuang sampah diatur, atau mereka diberi kunci ganda, dan atau kunci di simpan pada tempat yang hanya diketahui warga dan petugas pengangkut sampah.

Begitu juga sebaliknya TPS kering. Supaya RT bisa memiliki arus kas, sampah yang memiliki nilai ekonomis di TPS bisa dikomersilkan dengan manajemen yang disepakati bersama warga dalam rapat RT. 

Apatah lagi selama ini, pihak RT seringkali mengaku kerepotan menarik sumbangan diluar sumbangan wajib. Bukankah dengan cara seperti itu, RT akan mendapatkan tambahan penghasilan untuk menghidupkan organisasinya.

Jadi rasanya  sangat keliru bila ada pihak yang mengatakan, membuat aturan yang tegas terhadap TPS di RT 04, tujuannya memuluskan kepentingan pribadi. Saran penulis sebaiknya pemikiran seperti dibuang jauh-jauh, sebelum Anda kualat.

Logika sederhana saya  apa untungnya penulis punya kepentingan Pribadi atas pembangunan TPS di RT 04?  Kecuali maaf, dari hasil TPS itu pengelolanya bisa kaya.  

Oleh karena itu, langka simulasi menurut saya tidak tepat. Justru, hal tersebut merupakan keputusan keliru, dengan memanfaatkan keinginan kolektif untuk melegalkan sebuah perlakuan yang menurut penulis adalah keliru. 

Langka yang tepat, meletakkan sebuah aturan yang tegas, karena dengan aturan yang tegas itulah,  misi RT menjadikan kawasannya tertib, asri dan kompak, bisa terwujud.

Sebagai penutup kata, penulis sengaja sampaikan dengan menggunakan kata akhiran “Lah” untuk mengucapkan;  “Semogalah” dengan keputusan selama sebulan pintu TPS akan dibuka, warga lainya tidak merasa dirugikan.

Tapi jika kemudian ternyata keputusan tersebut keliru, maka sudah saatnya kita fair mengatakan, TPS yang ada sekarang tidak perlu di BONGKAR tapi cukup di KUNCI.

Pengirim,

Iselsariandi
koordinator lorong damar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: