PORTAL RT PERTAMA DI BATAM

Mustofa Wijaya: Titik Lokasi Lahan Sekolah Sebaiknya Masuk Dalam Revisi Perda RTRW

Posted on: Januari 4, 2008

BATAM CENTRE: Ketua Otorita Batam (OB), Ir Mustofa Wijaya menyampaikan kesiapannya untuk mengalokasikan lahan kosong yang akan dibangun SD sampai SMU/SMK di Pulau Batam.

Tetapi, agar kemudian hari tidak muncul persoalan baru ditengah masyarakat, ia meminta tim yang terlibat dalam pembahasan Rancangan Perubahan Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Batam, secara tegas menetapkan lokasi-lokasi sekolah baru yang akan dibangun.

“Supaya tidak diganggu gugat, dalam perda itu tolong area untuk sekolah tersebut diberi catatan dan warna khusus,” tegasnya, saat bertemu dengan kepala Sekolah TK s/d SMU/SMK/MI se Kota Batam, Jum’at (4/1/2008).

Hadir pada pertemuan itu Walikota Batam, Ahmad Dahlan, Ketua Dewan Pendidikan Kota Batam, Hardi S Hood, Anggota Komisi IV DPRD Batam, Muhammad Nardi dan Direktur Politeknik Batam, Ir  Priyono Eko Santoso,MSc

Dalam pengakuannya, Mustofa mengakui ketersediaan lahan kosong di Batam sudah tipis. Tetapi, atas kewenangan yang mereka miliki, OB katanya siap menyiapkan lahan khusus untuk mempercepat proses peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di Batam.

Pada perencanaan awal yang dibuat Universitas Indonesia, OB jelas Mustofa,  tidak mengira angka pertumbuhan penduduk di Batam pada tahun 2007, tumbuh hingga mencapai 720 ribu jiwa.

Angka diatas katanya sangat mencengangkan, karena dalam perencanaan itu, UI menargetkan, tahun 2006  Batam baru dihuni 600 ribu jiwa saja.

“Kebijakan diatas kalau sudah ditetapkan, bersifat final. Soal yang lainnya, kami hanya butuh koordinasi dan komunikasi yang efektif saja,” ujarnya.

Pada pertemuan tersebut, Mustofa juga mempromosikan bahwa OB selama ini cukup respek atas upaya peningkatan kualitas SDM di Batam. Salah satu karya OB lanjutnya mendirikan dan menyubsidi Politeknik Batam.

” Pendidikan tidak akan baik kalau kesehatan guru dan muridnya tidak baik. Begitu juga tujuan membangun infrastruktur fisik lainnya. Semuanya akan memberikan manfaat bila kita kaji dari persegmen bidang kehidupan. Khusus untuk politeknik Batam, sampai 2007 lalu, biaya pendidikan mahasiswa masih terus kita subsidi sesuai nilai anggaran yang kita terima dari APBN,” demikian terang Mustofa Wijaya (*)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: